Tools Sat-Set Bebas Ribet!

Ringkasan Cepat: Cek Weton Jawa SipDeh mengonversi tanggal lahir Masehi Anda ke dalam sistem penanggalan Pasaran Jawa (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon) secara otomatis. Menghitung total nilai Neptu Hari + Pasaran, gambaran watak bawaan, serta mengunduh kartu digital weton 100% aman tanpa simpan data.

Cek Weton Jawa & Hitung Neptu Pasaran

Isi nama dan tanggal lahir untuk mengecek weton & watak bawaan.

Ringkasan Astrologi Jawa

Weton Kelahiran -
Hari Pasaran -
Total Skor Neptu 0

🎭 Gambaran Watak Berdasarkan Weton

Pilih tanggal lahir di atas untuk melihat rincian watak.

Kalkulator Budaya & Astrologi Terkait:

Memahami Penjumlahan Neptu dan Karakter Weton Jawa

Dalam kebudayaan tradisional Jawa, Weton merupakan hasil perpaduan dua siklus kalender secara bersamaan: Hari Masehi (Saptawara) dan Hari Pasaran Jawa (Pancawara: Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon).

Tabel Acuan Nilai Angka Neptu

Hari MasehiNilai NeptuHari PasaranNilai Neptu
Minggu5Legi5
Senin4Pahing9
Selasa3Pon7
Rabu7Wage4
Kamis8Kliwon8
Jumat6--
Sabtu9--

Pertanyaan Sering Ditanyakan (FAQ Weton Jawa)

Apakah tanggal lahir saya disimpan oleh SipDeh?
Tidak. Seluruh perhitungan Weton Anda diproses secara lokal di perangkat Anda (Client-Side) dan otomatis terhapus saat Anda menutup halaman.
Bagaimana cara menghitung Pasaran Jawa dari Kalender Masehi?
Perhitungan menggunakan algoritma selisih hari (Julian/Epoch Day) yang dibagi dengan siklus pancawara (modulo 5). Sisa dari pembagian tersebut menentukan pasaran: Legi, Pahing, Pon, Wage, atau Kliwon.
Mengapa Weton dan Neptu berbeda jika lahir setelah Maghrib?
Berdasarkan tradisi Jawa lama, pergantian hari dihitung saat matahari terbenam (sekitar pukul 18:00 WIB), bukan pukul 00:00 tengah malam. Lahir setelah Maghrib biasanya sudah dihitung masuk Weton hari esoknya.

Dasar Rujukan Edukasi

Referensi Tradisi: Konversi matriks kalender dan pedoman nilai watak pada kalkulator ini merujuk pada standar perhitungan Kitab Primbon Betaljemur Adammakna. Algoritma disajikan sebagai sarana pelestarian budaya Nusantara dan utilitas informasi publik, bukan untuk pedoman kepastian takdir mutlak.